Postingan

hope behind the rain

Bagaimana aku melukiskannya. Sekarang, adalah musim penghujan yang mampu mendinginkan bumi Lampung. Engkau terlihat lebih sering memandangnya di balik tirai jendela. Aku tidak mengerti caranya menenangkanmu. Atau sekedar memulai interaksi denganmu, takut salah, takut tidak benar, taku menyakiti. Tentunya, karena aku menyayangimu. Dua tahun berlalu Hampir setiap detik aku melaluinya bersamamu melewati tenteram bahkan, repot. Tak jarang, memarahiku, menyuruhku pergi namun kemudian engkau memelukku, merasa begitu berat beban hidupmu. Aku tidak pernah menganggapmu lemah. Tapi, Kali ini, Tuhan. Kadang aku berharap diberikan kesempatan terlahir kembali sebagai seseorang yang mampu membaca pikirannya, mengetahui seluk beluk isi hatinya. Aku tidak pernah sekeras ini memandang remeh diriku. Aku paham benar rasanya kesepian, yang sangat membunuhku.. di saat semua orang pergi meninggalkan hidupku, melalaikan satu kebahagiaan dari seseorang sepertiku tapi rasanya aku terlalu melanko...

desakan 19

Ini, malam-malam terakhir di 19. Sebenarnya aku bukan tipe orang yang sangat menspesialkan –hari ulangtahun- namun, entah mengapa ingin kutulis sedikit sebagai perwujudan ekpresi pada Yang Maha Menciptakan. Baiklah.. “terimakasih 19, engkau mengajariku beberapa bahagia dan luka kebanyakan.” Aku jadi sedikit mengingat doa kejiku dahulu.. “ya Rabb, beri usiaku hingga 19 saja karna aku tahu dan sudah sangat paham dengan pedihnya ataupun lukanya, jangan tambahkan lagi sesuatu yang akan membuatku terus menangis..” Yap, itu doa labil dari seorang gadis SMP yang sudah sangat paham benar sakit, terjatuh, dan banyak menangis. Hingga tiba di usia-usia selanjutnya dimana kutemukan teman, kutemukan keluarga, dan.. dia Aku mulai merevisi doaku Ya Rabb, tambahkan usiaku, aku ingin membahagiakan mereka dahulu. Kupikir, kehilangan mereka adalah hal yang paling membunuhku. Tapi ternyata, melihat mereka tak bahagia karenaku bisa lebih membunuh. Pelan tapi pasti, aku dipilihkan untuk berjalan sendiri. Sa...

P.E.R.N.A.H

Hari ini lalu lintas mahasiswa melewati sekre Hima begitu ramai, sedari tadi jalanan sudah begitu bising dengan suara klakson. Hari ini, FMIPA begitu ramai. Aku suka pemandangan Jumat dengan nuansa putih, dengan kerudung yang dilebarkan, nuansa bersih dan juga ramah tamah penghuninya. Hari ini, matahari sebegitu perkasanya untuk menyombongkan diri. Terik yang dipancarkan sudah sangat berhasil membuat daun menguning. Sayang, beberapa pohon harus di tebang. Aku harus menahan diri untuk menyaksikan romantisnya sinar matahari yang mengintip di balik rindangnya pohon-pohon itu. Tumben hari ini tidak gerimis. Hari ini, aku sibuk dengan “ketenangan” melangkahkan kaki pada dua sekre yang sama-sama menempatkanku pada sebuah biro penulisan. Lagi-lagi aku duduk termangu di antara beberapa orang yang kelimpungan mencari celah menikmati hari yang cerah. Aku malah duduk di depan Sekre, memandang kaku sebuah tiang penyangga atap. Kuperhatikan dengan seksama. Strukturnya merapuh, dan… kupandangi sebu...

24 September 2014

“Ah, Lampung.. kenapa selalu seterik ini?” ocehanku pada siang hari yang begitu panas. Hari ini jadwal kuliah kosong mendadak setelah bapak dosen menyatakan kesibukannya dan menunda perkuliahan. Segera ku ambil handphone dan mengirim pesan singkat pada mas yanto “mas, jemput sekarang ya, biasa.. sekret” selang beberapa menit kemudian dia membalas “maaf neng, gabisa”. Kulihat uang di tas, tidak ada sepeserpun. Aku bergegas mencari Nila,nihil. Ini dia, Elsa, akhirnya Rp 10.000 kudapat darinya bekal pulang. Nila dan Elsa adalah teman karibku. Mereka biasa kucari, walau mereka tak pernah mencariku. Kelimpungan aku kalau di kampus. Jawab seabrek pertanyaan tentang “teteh, kok sendiri???” beberapa saja yang masih bisa kumintai pertolongan, itupun kalau mereka nggak sibuk. Nggak papa sih, wajar aja.. siapa aku??? Hehe, kasian. Padahal siang itu terasa begitu lapar, begitu inginnya aku makan. Hmm, tapi… lupakanlah, aku harus pulang. Aku sedikit benci pada musik angkot di tengah teriknya Lam...

terdiam

Engkau yang terdiam disana Luangkan waktumu sedikit untuk menemukan seorang gadis terduduk sigap disana Memandangmu Engkau yang sibuk disana Tengoklah sedikit bidadari kecil memperhatikanmu Dengan seksama Ketika embun itu mulai membasahimu Dia menghela napasnya Mencoba menegurmu Tapi dia kalah, oleh ragunya Bahkan Dia tak memerlukanmu terlihat tampan Tetaplah diam, Dan tersenyum.. itu cukup Baginya. Inspirated story by ukulele..  

Bajingan

Kemarin, senyap begitu pengap dalam lelap. Di persimpangan jalan kudapati Tuhan mengizinkanku berbincang dengannya, kutulis segala penat menjadi rangkaian kata yang sedikit mengupas ego. Kamu: jadi, selama ini hanya jarak? Aku: itu perumpamaan bodoh yang kudengar Kamu: menurutnya, aku tak baik, apa kau tetap mengindahkannya? Aku: Demi Tuhan, aku bahkan tidak memandangmu karenanya. Dia, bukan orang yang mencintaimu. Jadi, ingatlah ucapan ini sebagai pernyataan bahwa aku denganmu tidak karena siapapun. Kamu: musuh kita, hanyalah waktu dan jarak? Aku: demi Tuhan, bahkan taka da satu kerikilpun di dunia ini yang mampu mengusikmu keluar dari penat ini Kamu: apa cinta harus sebuta itu? Aku: cinta juga tuli Kamu: maksudmu? Aku: ya, tidak penting seberapa banyak orang melakukan penilaian atas kejelekanmu. Kamu: aku harusnya tahu itu… Aku: jika kamu bercanda, temui saja ujung jalan ini. Kamu: aku tahu tapi silau saja hilang, aku.. pasti pergi Tentu saja, cermina...

About "LELE"

Gua terus berdoa semoga si Lele dapet banyak royalti yang lebih karena dia sering gua bahas di blog gua. Meskipun doa gua yang laen pengen si Lele lupa sama semua hutang gua ke dia. Tolong pembaca aminin doa gua yang ini. Lele dengan nama aslinya Intan Mailele eh Intan Mailani deng, merupakan orang yang tiap harinya gak jelas. Selalu jadi bahan ketawaan temen kampus, agak aneh dan sesama jomblo. Enak banget lah sharing ma dia, nih twitternya @intanmailani95 kalo masalah otak mah ya, euh.. jangan ditanya! Otak doger! Pokoknya jangan sekali-kali bahas doger di depan dia, pasti dia minta di traktir! Keep calm ya guys, kalo masalah wajah, gua kasih jaminan 99,2% kalo doi itu cantik buanget Cuma sisanya 0,8% gua ragu sama ucapan gua yang tadi, hehehe. Kemudian, di lain hal doi juga satu-satunya manusia yang kesisa di bumi buat pengertian sama keautisan gua. Teman seperjuangan penggerak khilafah abiss! Pokoknya kalo semua jari gua ini jempol, gua kasih semua buat doi, karena doi ini T....