Postingan

P.E.R.N.A.H

Hari ini lalu lintas mahasiswa melewati sekre Hima begitu ramai, sedari tadi jalanan sudah begitu bising dengan suara klakson. Hari ini, FMIPA begitu ramai. Aku suka pemandangan Jumat dengan nuansa putih, dengan kerudung yang dilebarkan, nuansa bersih dan juga ramah tamah penghuninya. Hari ini, matahari sebegitu perkasanya untuk menyombongkan diri. Terik yang dipancarkan sudah sangat berhasil membuat daun menguning. Sayang, beberapa pohon harus di tebang. Aku harus menahan diri untuk menyaksikan romantisnya sinar matahari yang mengintip di balik rindangnya pohon-pohon itu. Tumben hari ini tidak gerimis. Hari ini, aku sibuk dengan “ketenangan” melangkahkan kaki pada dua sekre yang sama-sama menempatkanku pada sebuah biro penulisan. Lagi-lagi aku duduk termangu di antara beberapa orang yang kelimpungan mencari celah menikmati hari yang cerah. Aku malah duduk di depan Sekre, memandang kaku sebuah tiang penyangga atap. Kuperhatikan dengan seksama. Strukturnya merapuh, dan… kupandangi sebu...

24 September 2014

“Ah, Lampung.. kenapa selalu seterik ini?” ocehanku pada siang hari yang begitu panas. Hari ini jadwal kuliah kosong mendadak setelah bapak dosen menyatakan kesibukannya dan menunda perkuliahan. Segera ku ambil handphone dan mengirim pesan singkat pada mas yanto “mas, jemput sekarang ya, biasa.. sekret” selang beberapa menit kemudian dia membalas “maaf neng, gabisa”. Kulihat uang di tas, tidak ada sepeserpun. Aku bergegas mencari Nila,nihil. Ini dia, Elsa, akhirnya Rp 10.000 kudapat darinya bekal pulang. Nila dan Elsa adalah teman karibku. Mereka biasa kucari, walau mereka tak pernah mencariku. Kelimpungan aku kalau di kampus. Jawab seabrek pertanyaan tentang “teteh, kok sendiri???” beberapa saja yang masih bisa kumintai pertolongan, itupun kalau mereka nggak sibuk. Nggak papa sih, wajar aja.. siapa aku??? Hehe, kasian. Padahal siang itu terasa begitu lapar, begitu inginnya aku makan. Hmm, tapi… lupakanlah, aku harus pulang. Aku sedikit benci pada musik angkot di tengah teriknya Lam...

terdiam

Engkau yang terdiam disana Luangkan waktumu sedikit untuk menemukan seorang gadis terduduk sigap disana Memandangmu Engkau yang sibuk disana Tengoklah sedikit bidadari kecil memperhatikanmu Dengan seksama Ketika embun itu mulai membasahimu Dia menghela napasnya Mencoba menegurmu Tapi dia kalah, oleh ragunya Bahkan Dia tak memerlukanmu terlihat tampan Tetaplah diam, Dan tersenyum.. itu cukup Baginya. Inspirated story by ukulele..  

Bajingan

Kemarin, senyap begitu pengap dalam lelap. Di persimpangan jalan kudapati Tuhan mengizinkanku berbincang dengannya, kutulis segala penat menjadi rangkaian kata yang sedikit mengupas ego. Kamu: jadi, selama ini hanya jarak? Aku: itu perumpamaan bodoh yang kudengar Kamu: menurutnya, aku tak baik, apa kau tetap mengindahkannya? Aku: Demi Tuhan, aku bahkan tidak memandangmu karenanya. Dia, bukan orang yang mencintaimu. Jadi, ingatlah ucapan ini sebagai pernyataan bahwa aku denganmu tidak karena siapapun. Kamu: musuh kita, hanyalah waktu dan jarak? Aku: demi Tuhan, bahkan taka da satu kerikilpun di dunia ini yang mampu mengusikmu keluar dari penat ini Kamu: apa cinta harus sebuta itu? Aku: cinta juga tuli Kamu: maksudmu? Aku: ya, tidak penting seberapa banyak orang melakukan penilaian atas kejelekanmu. Kamu: aku harusnya tahu itu… Aku: jika kamu bercanda, temui saja ujung jalan ini. Kamu: aku tahu tapi silau saja hilang, aku.. pasti pergi Tentu saja, cermina...

About "LELE"

Gua terus berdoa semoga si Lele dapet banyak royalti yang lebih karena dia sering gua bahas di blog gua. Meskipun doa gua yang laen pengen si Lele lupa sama semua hutang gua ke dia. Tolong pembaca aminin doa gua yang ini. Lele dengan nama aslinya Intan Mailele eh Intan Mailani deng, merupakan orang yang tiap harinya gak jelas. Selalu jadi bahan ketawaan temen kampus, agak aneh dan sesama jomblo. Enak banget lah sharing ma dia, nih twitternya @intanmailani95 kalo masalah otak mah ya, euh.. jangan ditanya! Otak doger! Pokoknya jangan sekali-kali bahas doger di depan dia, pasti dia minta di traktir! Keep calm ya guys, kalo masalah wajah, gua kasih jaminan 99,2% kalo doi itu cantik buanget Cuma sisanya 0,8% gua ragu sama ucapan gua yang tadi, hehehe. Kemudian, di lain hal doi juga satu-satunya manusia yang kesisa di bumi buat pengertian sama keautisan gua. Teman seperjuangan penggerak khilafah abiss! Pokoknya kalo semua jari gua ini jempol, gua kasih semua buat doi, karena doi ini T....

dear my best ever friend

Aku Cuma mau kamu tumbuh jadi pribadi tegar, sama seperti yang diharapkan ibumu, ayahmu, atau keluargamu yang lain. Tapi aku harap kamu tetap menjadi dirimu sendiri di hadapanku. Menangislah, jika kamu tak sanggup. Tapi ingatlah, hanya ada dua hal di dunia ini yang boleh kamu rasakan:       1. 1. Bahagia                              2.  Bahagia sekali. Teman, aku tau dia menilaimu yah, menilai sesuatu yang terlihat menjadi kejelekanmu. Tapi tidak banggakah engkau karena kamu dinilai? Kamu diperhatikan? Kamu dipedulikan? Sadarkah teman, kejahatan yang tidak diampuni adalah membiarkan orang lain kesepian. Bukankah dengan ada yang menilaimu artinya kamu dipedulikan? Ada orang yang sengaja membiarkanmu memikirkannya. Aku selalu mengingatkanmu, jangan membenci siapapun! rasakan saja dua hal.. bahagia atau merasa sangat bahagia. Buat sesuatu yang membuatmu menangis menjadi sesu...

seekor burung bagi awan yang biru

Bagi awan yang biru itu, aku hanyalah burung yang hanya numpang melintas Dalam kamusnya tidak ada “aku” Karena aku tidak seperti melati... Yang mencari tahu siapa bulan.. Atau mawar, yang berusaha terus di dekat matahari Jangankan menemui, aku menjauhinya.. Mungkin aku bagian yang hilang darinya Atau dia menjadi bagian yang dihilangkan dari hidupku sengaja Aku beruntung, Tiada akan yang pernah paham Aku beruntung Aku bukan melati atau mawar Aku beruntung Sangat beruntung Karena awan yang biru tak berpikiran lebih, selain burung Meskipun Hanya seekor Burung yang tersesat