Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

terdiam

Engkau yang terdiam disana Luangkan waktumu sedikit untuk menemukan seorang gadis terduduk sigap disana Memandangmu Engkau yang sibuk disana Tengoklah sedikit bidadari kecil memperhatikanmu Dengan seksama Ketika embun itu mulai membasahimu Dia menghela napasnya Mencoba menegurmu Tapi dia kalah, oleh ragunya Bahkan Dia tak memerlukanmu terlihat tampan Tetaplah diam, Dan tersenyum.. itu cukup Baginya. Inspirated story by ukulele..  

Bajingan

Kemarin, senyap begitu pengap dalam lelap. Di persimpangan jalan kudapati Tuhan mengizinkanku berbincang dengannya, kutulis segala penat menjadi rangkaian kata yang sedikit mengupas ego. Kamu: jadi, selama ini hanya jarak? Aku: itu perumpamaan bodoh yang kudengar Kamu: menurutnya, aku tak baik, apa kau tetap mengindahkannya? Aku: Demi Tuhan, aku bahkan tidak memandangmu karenanya. Dia, bukan orang yang mencintaimu. Jadi, ingatlah ucapan ini sebagai pernyataan bahwa aku denganmu tidak karena siapapun. Kamu: musuh kita, hanyalah waktu dan jarak? Aku: demi Tuhan, bahkan taka da satu kerikilpun di dunia ini yang mampu mengusikmu keluar dari penat ini Kamu: apa cinta harus sebuta itu? Aku: cinta juga tuli Kamu: maksudmu? Aku: ya, tidak penting seberapa banyak orang melakukan penilaian atas kejelekanmu. Kamu: aku harusnya tahu itu… Aku: jika kamu bercanda, temui saja ujung jalan ini. Kamu: aku tahu tapi silau saja hilang, aku.. pasti pergi Tentu saja, cermina