Postingan

Doa yang tak tersentuh

Ya Allah Ya Allah Jika rindu ini tak Kau ridhoi, maka hamba ikhlas memikul cinta yang dipendam sendiri Jika cinta ini bukan yang terbaik, maka hamba ikhlas memendam pedihnya sendiri Jika dia yang aku mau bukan dia yang Engkau mau, maka hamba ikhlas merajut luka ditinggalkannya Ya Allah Jika pandangan ini tak Kau ridhoi, hamba ikhlas Kau buat lupa Jika lisan ini terlalu menebas hati, hamba ikhlas untuk berbungkam Ya Allah Terimakasih Hamba tidak lengah bersyukur atas apa yang telah engkau beri Namun Hamba lalai bersyukur atas apa yang tidak terjadi (keburukan) pada hamba Alhamdulillah

Diam dalam cinta

Dan, cinta dalam diam Tidak harus menunggunya datang Tidak juga harus merelakannya pergi Seperti pisau Cinta dalam diam yang digenggam Hanya akan melukai pemiliknya Cinta dalam diam yang diungkapkan Hanya akan membahayakan orang lain -Rindu.........

Beda

Beda.. Aku adalah seekor ikan yang hanya berani memandangimu dari balik riuhnya air kolam. Sedangkan kamu adalah manusia super dengan paras menawan lengkap beserta amunisi karaktermu yang melengkapi nilai sempurna. Tapi sepertimu, kamu tak pernah benar benar belajar hidup di bawah air. Aku yang tidak pernah bisa bernafas paru-paru. Dibalik mata itu kamu memandangi keelokkanku dalam air dan di dunia penuh udara itu aku menangkapmu sebagai sosok sempurna. Kita saling memergoki suatu perasaan aneh, namun tidak menumbangkan logika bahwa kita berbeda. Iya, kamu.. -karena aku hanya ikan dengan sisik merah muda

Paragraf ini untuk kamu yang belum bisa menemukanku

Saat kau tatap matanya Dia memilih untuk tenggelam dalam pandanganmu yang berlarut Saat dia ingin bertanya Kau kedipkan pandanganmu Mengalihkannya pada satu titik yang lebih indah Daripada seekor semut yang bertabrakkan Dia mengusap jemarinya manis Mengendapkan degup di dadanya Mencoba terlihat santai Tetapi bayanganmu masih menari di dalam benaknya Sedangkan namamu Masih diucap lirih dalam doanya

Begini, saja

Ruangan ini terasa begitu sesak Ada yang ingin meledak Mungkin kepingan rindu Perasaan yang tak pernah tahu jalan keluar Ada yang menetes lembut Mungkin pelampiasan teriakan Ungkapan yang tak pernah tahu harus bagaimana

once, every our met

Hari yang baik Saat aku berhasil mengelabuimu Membuatnya sangat terlihat biasa saja Seharusnya Kamu tahu Entah diberitahu ataupun memilih diam.. Sepoi.. Terus kupandangi wajahmu dari sudut yang tak mampu kau tebak Ku selami jauh kedua bola mata indahmu Dan aksesoris lainnya berupa senyuman Beku.. Hatiku melirih kelu Bolehkah aku tenggelam di antara teduhnya tatapanmu Bolehkah aku berteduh di rindangnya senyummu Bertemu denganmu, tidak lagi menjadi enkripsi hati ini Ahh.. Iya, kamu Bolehkah kamu menyimpan perasaan yang sama juga? Padaku..

nanti, sendiri

Di pesta pernikahannya Aku akan hadir Sebagai teman baik Yang pernah saling tahu rasa Di pesta pernikahannya Aku akan hadir Sebagai rekan akrab Yang sering kubagi cerita Di pesta pernikahannya Aku akan hadir Sebagai seseorang Yang pernah ditangguhkan harapannya Lantas dibuat hatinya berkeping tak bersisa Terakhir Di pesta pernikahannya Aku akan hadir Sebagai pengagumnya Yang sering kutemui namanya dalam doa Sedangkan Aku akan bertahan disini Memudar bersama waktu Merapuh karena usia Menjadi senja hingga terbenamnya waktu untukku sendiri